Ada cara menonton film yang sederhana.
Bawa tikar. Cari tempat yang agak lapang. Duduk bersama orang-orang.
Kalau kursinya tidak ada, ya duduk di tanah.
Kalau suara motor lewat, tunggu sebentar.
Namanya juga nonton film di ruang hidup.
Itulah yang kami suka dari layar tancap.
Menonton film tidak harus selalu di dalam ruangan gelap dengan kursi empuk dan popcorn yang harganya kadang lebih mahal daripada makan malam.
Di layar tancap, film bertemu dengan kehidupan sehari-hari.
Ada orang datang karena memang ingin menonton film. Ada yang awalnya cuma lewat. Ada anak kecil yang lebih tertarik bermain. Ada bapak-bapak yang duduk di belakang sambil ngobrol.
Lalu ketika lampu dimatikan dan gambar mulai muncul di layar, semuanya perlahan melihat ke depan.
Sebentar saja, kita duduk bersama.
Tidak peduli siapa yang datang dengan motor bagus atau motor tua.
Tidak peduli siapa yang punya pekerjaan kantor atau baru pulang dari sawah.
Di depan layar, kita sama-sama menjadi penonton.
Film Bukan Cuma Soal Film
Buat Kemplo, sinema bukan hanya soal membuat film atau membicarakan film.
Sinema juga soal pertemuan.
Tentang bagaimana sebuah film bisa membawa orang berkumpul.
Tentang cerita yang membuat kita tertawa.
Tentang adegan yang membuat kita diam.
Tentang obrolan setelah film selesai.
Kadang justru obrolan setelah film yang paling menarik.
"Menurutmu tadi maksudnya apa?"
"Bagus nggak?"
"Lha ending-nya kok begitu?"
Tidak ada jawaban yang harus paling benar.
Yang penting sudah duduk bersama dan melihat sesuatu yang sama.
Kemplo dan Sinema
Karena itu, Kemplo ingin mencatat sinema yang tumbuh dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Layar tancap.
Komunitas film.
Film pendek.
Pembuat film dari daerah.
Ruang-ruang kecil tempat orang belajar membuat film.
Dan orang-orang yang masih percaya bahwa cerita layak dibagikan meskipun tidak dibuat dengan kamera paling mahal.
Sebab cerita yang baik tidak selalu datang dari tempat yang besar.
Kadang datang dari kampung.
Dari warung.
Dari sekolah.
Dari sungai.
Dari halaman rumah.
Atau dari seseorang yang hanya punya kamera sederhana dan banyak hal yang ingin diceritakan.
Mungkin kita memang tidak perlu selalu pergi jauh untuk menemukan cerita.
Kadang cukup berhenti sebentar.
Duduk.
Melihat layar.
Dan mendengarkan.
Selamat datang di SINEMA Kemplo.
Nonton sebentar. Bertemu lebih lama.